Jejak yang memudar
Asinglah selamanya.
Biarlah jarak mengeras menjadi batas yang tak lagi ingin kuterobos. Aku lelah menafsir sisa-sisa perhatian, lelah berharap pada sesuatu yang sudah memilih menjauh dengan sadar. Menjadi asing mungkin terdengar kejam, tapi lebih kejam lagi bertahan di ruang yang tak lagi menyisakan tempat untukku.
Aku belajar bahwa tidak semua yang pernah dekat harus dipertahankan. Ada yang memang ditakdirkan hanya singgah, meninggalkan jejak samar, lalu pergi tanpa menoleh. Maka kuikhlaskan namamu menjadi sekadar ingatan tidak lagi kupanggil, tidak lagi kutunggu.
Jika kelak kita bertemu kembali sebagai dua manusia yang tak saling kenal, biarlah itu menjadi bentuk damai paling jujur. Sebab mengasingkanmu sepenuhnya adalah caraku menyelamatkan diri, tanpa dendam, tanpa sisa harap hanya sunyi yang sudah berdamai.
Komentar
Posting Komentar